tips kecantikan ala ririn

 

Kecantikan fisik merupakan sesuatu yang penting dan mutlak untuk diperhatikan, khususnya bagi kaum wanita. Terlihat cantik berarti memiliki rasa nyaman dalam kehidupan. Sebenarnya keindahan tubuh bukan semata-mata bawaan lahir, kita semua dapat mengusahakan mendapatkan keindahan fisik tersebut. Tentunya dengan lebih memperhatikan dan merawat diri, seperti Perawatan Wajah, kuku, mata rambut dan bagian tubuh kita. Berikut adalah beberapa tips untuk merawat kecantikan fisik:

Banyaklah berolahraga. Olahraga akan membantu tubuh kita untuk membakar lemak, serta dengan berolahrahga dapat mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Dengan berolahraga sehingga tubuh kita akan terjaga bentuk dan kebugarannya

  • Minum air putih 8 sampai 12 gelas sehari. Banyak minum air putih akan membuat tubuh kita tidak kekurangan air. Sehingga baik untuk kulit kita
  • Jika anda menjalani diet, maka harus diseimbangakan antara asupan karbohidrat, vitamin, mineral dan lemak
  • Mandi secara teratur, Karena apabila anda mandi sedikit lebih lama akan membuat sel-sel kulit yang mati akan mengelupas secara otomatis
  • Yang terakhir adalah dengan menjaga sikap dan selalu berusaha untuk berbuat kebaikan. Karena dengan begitu maka seorang wanita akan memiliki inner beauty, dan kecantikannya akan selalu terpancar.



·

Leave a comment »

Tips Menjaga Kehamilan

Menjaga kehamilan agar bayi sehat selama di kandungan tidak lah mudah. agar bayi yang ada dalam kandungan tetap sehat. Inilah awal untuk memiliki anak yang sehat. Dan masa kehamilan ini sangatlah menentukan pertumbuhan dan perkembangan si kecil nantinya.

                                   

Berikut ini ada tips yang sangat dianjurkan bagi Ibu hamil dalam masa pertumbuhan bayi di dalam kandungan :

1. Kontrol teratur ke dokter untuk memeriksakan kehamilan.

2. Hindari bahan atau zat-zat kimia yang yang menimbulkan          keracunan.

3. Berhenti merokok bila Anda merokok atau janganlah menjadi perokok pasif.

4. Minumlah yang lebih banyak, terutama air putih.

5. Konsumsi makanan yang bergizi, untuk memenuhi kecukupan gizi untuk ibu dan si kecil.

6. Konsumsi vitamin Asam Folat.

7. Konsumsi juga tablet penambah darah.

8. Berhati-hatilah dalam mengkonsumsi obat-obatan termasuk juga obat-obat tradisional.

9. Jangan sungkan atau takut bertanya pada dokter.

10. Tetaplah beraktifitas karena akan baik untuk sang ibu maupun sang calon bayi.

11. Hindari mandi atau berendam dengan air panas saat hamil.

12. Istirahatlah yang cukup.

Leave a comment »

Pemberdayaan Masyarakat

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.      Waktu dan Tempat Pelaksaan Observasi

Observasi dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 2011 di Desa Keblukan RT 08 RW  01 Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

 

B.       Nara Sumber

Nara sumber dari observasi ini yaitu Kepala Desa Keblukan Bapak Mudjijana dan bidan Desa Keblukan Ika Widdya L. Am. Keb

 

C.      Gambaran Umum Kondisi Masyarakat Desa Keblukan Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung

Berdasarkan pengamatan yang kami lakukan terkait dengan kondisi masyarakat di Desa Keblukan Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung, apabila dilihat sekilas tampak kondisi masyarakat tersebut cukup baik. Namun setelah kami kaji lebih dalam ternyata tampak bahwa kehidupan mereka sebenarnya masih belum sejahtera. Kelihatannya mereka hidup sejahtera dengan tempat tinggal layak huni dilengkapi dengan perabot rumah tangga yang lengkap, bahkan hamper setiap KK punya Hand Phone dan mampu kredit sepeda motor. Akan tetapi setelah kami lakukan pengkajian lebih dekat lagi ternyata semua hanya bagus dari luar saja. Hal ini terjadi karena adanya budaya persaingan dalam masyarakat Desa Keblukan. Budaya hidup bersaing mendorong mereka untuk selalu terlihat lebih unggul dari tetangga-tetangga mereka. Sebenrnya jamban saja mereka tidak punya, dan pendidikan anak-anak mereka juga terbengkalai. Pendidikan anak rata-rata hanya sampai SD dan SMP saja. Hal ini berakibat pada pada tingginya angka pengangguran di Desa Keblukan terutama para pemudanya. Karena pendidikan mereka yang rendah ditambah motivasi mereka yang rendah pula sehingga menyebabkan banyak pemuda di Desa Keblukan tidak produktif, hanya menganggur di rumah saja.

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Permasalahan

Dari observasi yang telah kami lakukan di Desa Keblukan Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung, kami menemukan banyak permasalahan yang yang dihadapi oleh masyarakat kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat. Dari banyak masalah yang ada di masyarakat tersebut ada dua masalah yang kami anggap menarik dan perlu segera ditemukan pemecahan masalahnya. Kedua masalah tersebut adalah masih ditemukannya beberapa KK di Desa Keblukan yang belum mempunyai jamban, masalah yang lain adalah mengenai banyaknya pemuda yang menganggur. Kedua masalah ini muncul dikarenakan oleh kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan pendidikan. Selain itu masalah tersebut juga disebabkan oleh faktor ekonomi. Kondisi ekonomi yang rata-rata menengah ke bawah menyebabkan mereka tidak mampu membangun jamban serta tidak mampu menyekolahkan anknya hingga perguruan tinggi. Kebanyakan pendidikan masyarakat di Desa Keblukan hanya sampai Sekolah Dsar atau SMP saja. Mungkin dikarenakan pendidikan mereka yang rendah itu sehingga menyebabkan pemudanya tidak produktif atau banyak yang menganggur. Di Desa Keblukan terdapat 47 pemuda terdiri dari 15% pelajar, 10% bekerja, 5% menikah muda dan sisanya adalah pengangguran.

Selain menyebabkan bnyaknya pemuda menganggur di Desa Keblukan pendidikan yang rendah juga menyebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan dan pentingnya jamban. Desa Keblukan memiliki 5 dusun dan 3 RW, jumlah KK ada 573, sedangkan yang punya jamban kira-kira baru 316 KK. Jadi sekitar 257 KK belum punya jamban. Bagi mereka yang belum punya jamban biasanya mereka nebeng ke tempat tetangga yang sudah punya jamban atau biasanya mereka buang air besar di sungai dekat rumah mereka.

Di desa Keblukan sudah pernah diadakan stimulant jamban oleh Pemerintah Daerah Temanggung. Program tersebut berawal dari desa siaga yang memiliki FKD (Forum Kesehatan Desa). Dari FKD inilah kemudian diadakan stimulant jamban dengan cara FKD memberikan jamban geratis pada warga. FKD memperoleh dana dari ADD (Anggaran Dana Desa), namun karena jumlah ADD yang terbatas sehingga menyebabkan tidak semua KK dapat merasakan manfaat dari program tersebut.  

B.     Pemecahan Masalah

Berdasarkan hasil observasi dan setelah dilakukan analisis kebutuhan terhadap warga masyarakat di Desa Keblukan maka masyarakat di Desa Keblukan masih membutuhkan sosialisasi atau penyuluhan tentang PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), penyuluhyan tentang PHBS dimaksudkan untuk membentuk pengertian pada warga mengenai arti penting perilaku hidup bersih dan sehat. Setelah mereka mengerti tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat diharapkan mereka akan sadar dan tergerak untuk mau membangun jamban di tempat tinggal masing-masing.

Sedangkan dalam rangka mengatasi masalah pengangguran di  Desa Keblukan akan diadakan pelatihan bagi para pemuda. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan bagi para pemuda. Pelatihan yang akan diberikan berupa pelatihan beternak bebek. Pelatihan ini disesuikan dengan kondisi di daerah Desa Keblukan yang merupakan derah persawahan dan banyak aliran-aliran sungai, mengigat karakteristik bebek cocok di tempat sehingga peloatihan beternak bebek dijadikan perencanaan program untuk mengatasi masalah kepemudaan di Desa Keblukan Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung.

 

 

 

 

C.    Rencana Program

1.      Rencana Program I

a.      Pendahuluan

1)        Nama Program

Nama program penyuluhan ini adalah “Penyuluhan PHBS bagi masyarakat Desa Keblukan Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung”.

2)        Latar Belakang

Tingkat kesadaran akan arti pentingnya kesehatan di Desa ini sangat kurang. Ini dibuktikan dengan masih banyaknya KK yang belum mempunyai jamban dirumahnya. Faktor yang menyebabkan masyarakat belum mempunyai jamban  yaitu antara lain karena kurangnya kesadaran dari masyarakat itu sendiri untuk membangun jamban dan ada juga yang karena faktor ekonomi. Maka dari itu untuk mengatasi permasalahan tersebut, kami merencanakan program tentang penyuluhan Perilaku Hidup Sehat dan Bersih bagi masyarakat Desa Keblukan. Diharapkan dari penyuluhan ini masyrakat menjadi sadar akan arti pentingnya kesehatan terutama jamban bagi kehidupan mereka sehari-hari.

3)      Tujuan program

Tujuan dari program ini yaitu:

a)      Masyarakat mengetahui tentang pentingnya kesehatan

b)      Masyarakat mampu umtuk menerapkan pola PHBS dalam kehidupan sehari-hari

c)      Masyarakt mengetahui tentang pentingnya jamban   dan syarat membuat jamban yang sehat.

4)        Manfaat program

Manfaat dari program ini yaitu:

a)      Masyarakat sadar akan pentingnya jamban

b)      Masyarakat mampu menerapkan program PHBS

c)      Menjadikan masyarakat yang bersih dan sehat.

b.        Rencana Program

1)        Rencana penyuluhan

Di dalam rencana penyuluhan terdiri dari tujuan penyuluhan, sasaran, materi, penyuluh (nara sumber), evaluasi output, dan evaluasi outcome.

a)    Tujuan penyuluhan

Tujuan dari penyuluhan ini yaitu:

(1)          Masyarakat mampu mengetahui tentang manfaat PHBS

(2)          Masyarakt mengetahui tentang sepuluh indikator PHBS

(3)          Masyarakat mampu mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat BAB sembarangan

(4)          Masyarakat mampu mengetahui tentang jamban yang memenuhi syarat kesehatan.

b)   Sasaran

Penyuluhan ini ditujukan kepada seluruh masyarakat di Desa Keblukan Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung.

c)    Materi

Materi yang diberikan kepada masyarakat adalah berupa materi tentang kriteria perilaku hidup bersih, dampak akibat buang air besar sembarangan, dan kriteria membuat jamban yang sehat.

(1)   Kriteria Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Ada sepuluh kriteria Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), yaitu:

(a)    Persalinan ditolong oleh tenaga kesehata

(b)   Memberi ASI ekslusif

(c)    Menimbang balita setiap bulan

(d)   Menggunakan air bersih

(e)    Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun

(f)    Menggunakan  jamban sehat

(g)   Memberantas jentik dirumah setiap seminggu sekali

(h)   Makan buah dan sayur setiap hari

(i)     Melakukan aktifitas fisik setiap hari

(j)     Tidak merokok didalm rumah.

(2)   Dampak akibat buang air besar sembarangan

Dampak yang ditimbulkan akibat BAB sembarangan antara lain :

(a)    Akan mencemari lingkungan akibar bau tak sedap

(b)   Menimbulkan beberapa gangguan kesehatan yaitu diantaranya menimbulkan penyakit diare, disentri, muntaber, gatal-gatal, cacingan, malaria, kolera, thipus dll

(c)    Akan mengganggu pemandangan sekitar.

(3)     Kriteria membuat jamban yang sehat

Ada tujuh kriteria membuat jamban yang sehat, yaitu:

(a)      Tidak mencemari air

(b)     Tidak mencemari tanah permukaan

(c)      Bebas dari serangga

(d)     Tidak menimbulkan bau dan nyaman digunakan

(e)      Aman digunakan oleh pemakainya

(f)      Mudah dibersihkan dan tidak menimbulkan gangguan bagi pemakainya

(g)     Tidak menimbulkan pandangan yang kurang sopan.

d)     Penyuluh (nara sumber)

Penyuluh berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, PUSKESMAS Tepusen dan Bidan Desa Keblukan.

e)      Evaluasi output

Evaluasi dilakukan dengan cara mengamati peserta pada saat mengikuti kegiatan penyuluhan. Indikator keberhasilan dilihat dari antusias masyarakat dalam mengikuti kegiatan penyuluhan.

f)       Evaluasi outcome

Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan ini masyarakat sadar akan arti pentingnya jamban bagi kehidupan sehari-hari. Dan masyarakat juga mampu untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam kehidupan mereka.

2)    Rencana penyelenggaraan

a)      Promosi

Promosi dilakukan dengan tujuan untuk menarik perhatian warga masyarakat sehingga mereka tertarik untuk berpartisipasi dalam penyuluhan mengenai PHBS. Promosi dilakukan dengan cara melakukan sosialisasi pada masyarakat.

b)      Kerjasama

Penyuluhan ini bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, PUSKESMAS dan bidan desa setempat.

c)      Pendampingan

Setelah mengikuti penyuluhan ini masyarakat akan diberi dana yang berasal dari ADD (Anggaran Dasar Desa) yang ditujukan kepada masyarakat yang belum mempunyai jamban. Tetapi tidak semua masyarakat yang akan diberi dana, hanya masayrakat yang benar-banar tidak mampu saja yang akan diberi dana

 

 

 

 

 

 

2.      Rencana Program 2

a.         Pendahuluan

1)      Nama Program

Pelatihan Beternak Bebek untuk Pemuda di Desa Keblukan, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung.

2)      Latar Belakang

Seiring berkembangnya zaman, kemajuan dalam berbagai aspek tidak menutup kemungkinan bahwa masih ada lapisan masyarakat yang tertinggal didalamnya. Hal ini bukan merupakan kesalahan dari pemerintah sepenuhnya karena kesadaran dari masyarakat juga masih kurang dalam pembangunan yang mempunyai tujuan untuk menyejahterakan pada umumnya.

Masyarakat setempat merupakan penduduk dengan perekonomian yang relatif masih rendah sehingga tidak semua warga dapat mengenyam bangku sekolah sebagaimana mestinya. Karenanya banyak ditemukan pemuda yang menganggur dan berdampak pada pernikahan usia dini.

Tidak dapat dipungkiri bahwa permasalahan yang muncul merupakan dampak dari rendahnya pendidikan sehingga konsep pemikiran individu yang ada masih terlampau kolot dan kental dengan tradisi yang sudah lama menetap didaerah tersebut.

3)      Tujuan Program

Perencanaan program pelatihan budidaya bebek untuk pemuda mempunyai beberapa tujuan, diantaranya yaitu :

                                                (1)     Menumbuhkan motivasi dan harapan baru yang muncul setelah mengikuti pelatihan.

                                                (2)     Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mencari nafkah sebagai seorang pemuda yang kelak akan menjadi pemimpin dalam kehidupan rumah tangganya.

                                                (3)     Mengurangi angka pengangguran didaerah setempat melalui pelatihan yang akan diaplikasikan dalam kehidupan nyata.

4)      Manfaat Program

Dengan mengikuti pelatihan budidaya bebek untuk pemuda maka akan dirasakan manfaatnya dalam berbagai hal, misalnya yaitu warga pelatihan mendapat relasi baru sehingga dapat menjalin kerjasama yang kemudian dapat berkembang menjadi lebih maju. Warga juga dapat lebih memahami cara yang tepat untuk beternak bebek sehingga tidak membuang banyak waktu.

5)      Rencana Program

a)        Rencana Pembelajaran

1.        Tujuan Pembelajaran

(a)      Pemuda paham mengenai bibit bebek yang unggul

(b)      Pemuda mampu mengetahui hama atau penyait dari bebek

(c)      Pemuda mampu memahami cara-cara yang tepat dalam pemeliharaan dan perawatan bebek, sehingga bebek akan menghasilkan telur yang berkualitas

2.        Warga Belajar

Warga belajar pelatihan difokuskan pada pemuda daerah setempat yang belum mempunyai pekerjaan tetap atau pengangguran.

3.        Materi

Materi yang diberikan dalam pelatihan ini adalah materi tentang bagaimana pemilihan bibit calon induk, perawatan bibit dan calon induk, jenis penyakit yang dapat menyerang bebek, bagaimana melakukan perawatan dan pemeliharaan bebek, dan yang terakhir adalah tentang perawatan kandang.

a.         Pemilihan bibit dan calon induk

Pemilihan bibit bebek yang unggul ada 3 cara yaitu

          Membeli telur tetas dari induk bebek yang dijamin keunggulannya

          Memelihara induk bebek yaitu pejantan dan betina unutk mendapatkan telur tetas kemudian meletakkan pada mentok, ayam atau mesin tetas

          Membeli DOD ( Day Old Duck) dari pembibitan yang sudah dikenal mutunya dari dinas peternakan setempat. Ciri DOD yang baik tidak cacat (tidak sakit) dengan warna bulu kuning mengkilap.

b.        Perawatan bibit dan calon induk

Bibit DOD yang baru saja tiba dari pembibitan, hendaknya ditangani secara teknis agar tidak salh rawat. Adapun penanganannya dilakukan dengan cara menempatkan bibit pada kandang brooder (indukan) yang telah dipersiapkan sebelumnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah temperatur diusahakan tersebar secara merata, makan dan minum sesuai dengan ketentuan yaitu jenis pakan itik fase stater dan minumnya perlu ditambah vitamin/mineral.

c.         Hama atau penyakit yang diderita bebek

Jenis penyakit yang biasa terjangkit pada bebek adalah :

          Penyakit Duck Cholera

Penyebabnya karena bakteri Pasteurela avicida. Gejalanya yaitu mencret, tinja kuning dan kehijauan. Pengendaliannya dengan cara sanitasi kandang, pengobatan dengan suntikan penisilin pada urat daging dada dengan dosis sesuai label obat.

           Penyakit Salmonellosis

Penyebabnya karena bakteri typhimurium. Gejalanya yaitu pernafasan sesak dan mencret. Pengendalian dengan cara sanitasi yang baik, pengobatan dengan furazolidone, atau dengan sulfadimin yang dicampur air minum.

d.        Cara perawatan dan pemeliharaan bebek

Cara untuk pemeliharaan bebek antara lain :

          Sanitasi dan tindakan preventiv

Sanitasi kandang mutlak diperlukan dalam pemeliharaan itik dan tindakan preventif (pencegahan penyakit) perlu diperhatikan sejak dini untuk mewaspadai timbulnya penyakit.

          Pengontrol penyakit

Dilakukan setiap saat dan secara hati-hati serta menyeluruh. Cacat dan tangani secara serius bila ada tanda-tanda kurang sehat pada itik.

–      Pemberian pakan

Pemberian pakan itik tersebut dalam tiga fase, yaitu fase stater (umur 0–8 minggu), fase grower (umur 8–18 minggu) dan fase layar (umur 18–27 minggu).

          Pemeliharaan kandang

Kandang hendaknya selalu dijaga kebersihannya dan daya gunanya agar produksi tidak terpengaruh dari kondisi kandang yang ada.

4.        Pendidik

Pendidik didatangkan dari Dinas Peternakan Kabupaten Temanggung.

5.        Metode dan Teknik Pembelajaran

Metode dan tekhnik pembelajaran dilakukan dengan cara memberikan materi dan teori kepada peserta pelatihan, setelah semua materi dan teori tersampaikan pada peserta pelatihan kemudian peserta pelatihan diajak untuk mengunjungi tempat peternakan bebek sehingga mereka bisa melihat langsung bagaimana cara beternak bebek.

6.        Evaluasi output

Evaluasi dilakukan dengan tujuan untuk sekedar melihat keberhasilan program. Evaluasi dilakukan saat program pelatihan dilaksanakan yaitu dengan menggunakan metode observasi dan juga melakukan wawancara kepada peserta pelatihan mengenai pengalaman mereka selama kegiatan sosialisasi apakah mereka mampu menerima dan memahami dengan baik apa yang disampaikan oleh tim pelatihan atau sebaliknya, selain itu juga akan ditanyakan mengenai minat peserta pelatihan untuk menerapkan ilmu yang mereka peroleh dari pelatihan. Dari sinilah akan diketahui tingkat keberhasilan dari program pelatihan..

7.        Evaluasi outcome

Setelah mengikuti sosialisasi dan pelatihan ini, diharapkan pelatihan tersebut dapat memberikan keterampilan tambahan bagi pemuda dan pelatihan beternak bebek bisa menjadi alternative usaha baru bagi mereka. Selain itu juga diharapkan dengan terlaksananya program ini dapat mengurangi angka pengangguran di Desa Keblukan Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung.

b)       Rencana Penyelenggaraan

(1)     Promosi

Promosi dilakukan dengan cara menyebarkan undangan kepada pemuda karang taruna Desa Keblukan Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung

(2)     Pendampingan

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta pelatihan akan diberi pendampingan berupa pembagian  buku panduan tentang kiat-kiat sukses beternak bebek.

(3)     Kerjasama

Pelatihan ini bekerjasama dengan Dinas Peternakan Kabupaten Temanggung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KESIMPULAN

 

Dari hasil observasi yang dilakukan di Desa Keblukan Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung ditemukan dua fenomena menarik dalam masyarakat. Yaitu yang pertama adalah masalah budaya hidup bersaing dalam masyarakat. Masyarakat saling bersaing dan ingin selalu terlihat lebih dibanding tetangga-tetangganya, namun setelah dikaji lebih dekat ternyata hidup mereka masih belum dapat dikatakan sejahtera karena belum semua KK memiliki jamban. Masalah yang kedua adalah masalah pemuda menganggur di Desa Keblukan. Di Desa Keblukan banyak pemuda yang menganggur, hal ini disebabkan karena rendahnya tingkat pendidikan masyarakat di Desa Keblukan rendahnya pendidikan disebabkan karena faktor ekonomi, ekonomi yang rendah menyebabkan orang tua tidak mampu menyekolahkan anak-anaknya sampai sekolah tinggi. Selain pendidikan yang rendah tingginya angka pengangguran di Desa Keblukan juga disebabkan karena rendahynya motivasi para pemuda.

Dalam rangka mengatasi kedua masalah tersebut maka disusun dua perencanaan program yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Program yang pertama adalah program penyuluhan tentang PHBS untuk memberikan sosialisasi tentang pola hidup bersih dan sehat bagi masyarakat, melalui penyuluhan ini diharapkan masyarakat sadar tentang arti penting jamban sehingga mereka tergerak untuk membangun jamban di tempat tinggal masing-masing. Sedangkan program untuk mengatasi pemuda yang menganggur dilakukan dengan cara memberikan pelatihan beternak bebek. Melalui program ini pemuda akan diberi keterampilan hidup beternak bebek untuk kemudian keterampilan tersebut dapat mereka gunakan untuk alternatif usaha.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Andi Herman. 2008. Rumah Tangga Sehat. Diakses dari http://mediaphbs.wordpress.com pada tanggal 18 januari 2011.

 

Albar . 2008. Perkenalan dengan Media PHBS. Diakses dari http://mediaphbs.wordpress.com pada tanggal 18 Januari 2011.

 

Salimmadjid. 2009. Pengetahuan dan Tindakan Masyarakat dalam Pemanfaatan Jamban Keluarga. Diakses dari http://datinkessulsel.wordpress.com pada tanggal 18 Januari 2011.

 

Cepiar. 2007. Berbagai Peluang Beternak Itik. Diakses dari http://cepiar.wordpress.com pada tanggal 19 Januari 2011.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a comment »

PENDIDIKAN BERKELANJUTAN

PENDIDIKAN BERKELANJUTAN

Telah diketahui bersama bahwa di Indonesia setiap tahun diselenggarakan peringatan Hari Pendidikan Nasional. Berkaitan dengan hal ini, sepatutnya harus jelas peringatan tersebut ditempatkan dalam perspektif seperti apa. Perspektif yang dicari adalah yang bersifat jangka panjang yang merupakan visi bangsa yang akan diwujudkan oleh Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Visi bangsa yang dimaksud di sini adalah seperti yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, yang berbunyi sebagai berikut: Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 telah secara sangat jelas menyebutkan bahwa Pemerintah NKRI mempunyai kewajiban untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Mencerdaskan kehidupan bangsa pada hakekatnya adalah memajukan pendidikan. Upaya untuk mewujudkannya antara lain telah dibuat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Keberadaan kedua Undang-Undang tersebut diharapkan mampu menjamin pemerataan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan. Tantangan global dalam bidang pendidikan adalah menjadikan dunia pendidikan di Indonesia harus mampu bersaing dengan negara-negara di dunia. Atau harus mampu menjadi World Class University. Sesungguhnya upaya untuk membuat dunia pendidikan di Indonesia berkualitas telah dilakukan oleh Pemerintah, yaitu dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang berisikan standar isi, proses, kompetensi lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, penilaian pendidikan. Standar Nasional Pendidikan ini difokuskan untuk pendidikan Taman Kanak-Kanak, pendidikan Dasar, Dan pendidikan Menengah. Kualitas yang tinggi dari ketiga pendidikan tersebut akan berdampak terhadap kualitas pendidikan Tinggi. Keberadaan Standar Nasional Pendidikan ini belum cukup untuk menjadikan pendidikan di Indonesia berkualitas. Standar yang menyangkut berbagai macam isi ini perlu diterapkan dalam proses belajar mengajar. Keberhasilan dalam menerapkan SNP sangat bergantung pada kualitas Guru dan Dosen. Untuk meningkatkan kualitas guru dan dosen, dilaksanakan program kualifikasi, kompetensi, dan sertifikasi untuk guru. Sedangkan untuk dosen diberlakukan program kualifikasi, kompetensi, sertifikasi, dan jabatan akademik. Sangat diharapkan keberadaan Sistem Pendidikan Nasional, Standar Nasional Pendidikan, Kualitas Guru dan Dosen akan mampu mengungkit daya saing sumber daya insani bangsa yang sejajar dengan bangsa-bangsa di dunia ini. Hal ini harus dapat diwujudkan untuk memperbanyak bukan hanya World Class University saja namun juga harus mampu menjadikan pendidikan TK, SD, SMP, SMA berkualifikasi World Class. Kebijakan menjadikan dunia pendidikan di Indonesia berkualitas dan berdaya saing di dunia Internasional jangan hanya ditempatkan dalam perspektif kebijakan sesaat, namun harus bersifat keberlanjutan.

A. Pengertian Pendidikan Berkelanjutan

Pendidikan berkelanjutan (continuing education) didefinisikan oleh the accrediting commission of the continuing education. Sebagai berikut: Continuing education as the further development of human abilities after entrance into employment or voluntary activities. It includes in- service, upgrading, and updating education. It may be occupational education or training whichfurthers career or personal development. Continuing education includes that study made necessary by advances in knowledge. (Apss, 1979: 68-69). Berdasarkan definisi di atas dapat dikemukakan bahwa pendidikan berkelanjutan merupakan kesempatan belajar bagi orang dewasa untuk meningkatkan kemampuan setelah mereka melakukan suatu kegiatan atau suatu pekerjaan sukarela di masyarakat. Pasal 12 UU RI tahun 2003 menyebutkan bahwa: 1. Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar 2. Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan 3. Pendidikan menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat 4. Pendidikan yang sederajat dengan SMA atau MA adalh program seperti paket C pada jalur pendidikan nonformal.

B. Tujuan Pendidikan Berkelanjutan Pendidikan berkelanjutan diselenggarakan untuk melanjutkan dan meluaskan pendidikan dasar serta menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan mengadakan hubungan timbale balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar, serta dapat mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia kerja atau pendidikan tinggi.

Leave a comment »

pendidikan nonformal sebagai subsistem dalam supra sistem pendidikan nasional

Sistem pendidikan nasional terdiri atas tiga subsistem yaitu subsistem pendidikan formal, pendidikan nonformal dan pendidikan informal. Semua subsistem ini berkaitan dan saling menopang antara satu dengan yang lainnya. Setiap subsistem memiliki kedudukan yang sama dalam sistem pendidikan nasional.

Pendidikan nasional membina dan mengembangkan subsistem pendidkan formal, nonformal dan informal. Pendidikan nonformal, menurut The South East Asian Ministery of Education Organization (melalui Sujdana, 2004: 46) , adalah setiap upaya pendidikan dalam arti luas yang di dalamnya terdapat komunikasi yang teratur dan terarah, diselenggarakan di luar subsistem pendidikan formal, sehingga seseorang atau kelompok memperoleh informasi, latihan, dan bimbingan sesuai dengan tingkatan usia dan kebutuhan hidupnya. Tujuannya ialah untuk mengembangkan pengetahuan, sikap, ketermpilan dan nilai-nilai yang memungkinkan bagi seseorang atau kelompok untuk berperan serta secara efisien dan efektif dalam lingkungan keluarganya, pekerjaanya, masyarakat, dan bahkan negaranya.           Satuan pendidikan nonformal meliputi kelompok belajar, kursus, dan satuan pendidikan yang sejenis. Atau lebih singkatnya menurut Coombs (melalui Sudjana, 2004: 22) adalah setiap kegiatan terorganisasi dan sistematis, di luar sistem persekolahan yang mapan, dilakukan secara mandiri atau merupakan bagian penting dari kegiatan yang lebih luas, yang sengaja dilakukan untuk melayani peserta didik tertentu di dalam mencapai tujuan belajarnya.

Sehubungan dengan Tri-Pusat Pendidikan yaitu pendidikan formal, nonformal, dan informal, mengisyaratkan bahwa program pendidikan formal berpusat pada lingkungan sekolah dengan satuan sejak taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi. Program pendidikan nonformal berpusat pada lingkungan masyarakat dan lembaga dengan berbagai jenis pendidikan antara lain pendidikan umum, pendidikan keagamaan, pendidikan jabatan kerja, pendidikan kedinasan, dan pendidikan kejuruan. Pendidikan informal berpusat pada keluarga dan lingkungan kegiatan belajar secara mandiri. Dengan demikian pusat kegiatan pendidikan terjadi dalam lingkungan sekolah, masyarakat/lembaga, dan keluarga. Pendidikan nonformal dan pendidikan informal tersebut menjadi wilayah kajian dari garapan pendidikan luar sekolah.

Garapan pendidikan luar sekolah berpusat pada lingkungan masyarakat, dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan luar sekolah (Sinombing, 2001: 53) adalah:

a. Kebutuhan masyarakat akan pendidikan luar sekolah.

b. Kesediaan mendengar suara masyarakat.

c. Kelenturan program pembelajaran yang selalu siap disesuaikan dengan kebutuhan calon warga belajar.

d. Keanekaragaman program pembelajaran

e. Program pembelajaran yang tidak dirancang untuk mengejar ijazah tetapi untuk kebermaknaan bagi masyarakat.

f. Kurikulum dikembangkan sesuai kebutuhan warga masyarakat.

Leave a comment »

kelebihan pendidikan nonformal

Pendidikan nonformal, menurut The South East Asian Ministery of Education Organization, adalah setiap upaya pendidikan dalam arti luas yang di dalamnya terdapat komunikasi yang teratur dan terarah, diselenggarakan di luar subsistem pendidikan formal, sehingga seseorang atau kelompok memperoleh informasi, latihan, dan bimbingan sesuai dengan tingkatan usia dan kebutuhan hidupnya.

Kehadiran pendidikan nonformal, terutama di negara-negara sedang berkembang, dipandang telah memberikan berbagai manfaat. Pendidikan ini dipandang memiliki beberapa keunggulan bila dibandingkan dengan pendidikan formal. Penyelenggaraan program pendidikan formal pada umumnya memperoleh kritik dalam tiga segi yaitu biayanya yang mahal, kurangnya relevansi dengan kebutuhan masyarakat, dan fleksibilitasnya kurang. Mahalnya biaya penyelenggaraan program pendidikan formal disebabkan oleh waktu belajar yang lama dan terus menerus, pengelolaan pendidikan yang sentralistik, dan penggunaan sumber daya secara intensif. Kurangnya relevensi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat disebabkan oleh kurikulum yang lebih bersifat akademis, menyamaratakan peserta didik, dan cenderung terpisah dari kehidupan masyarakat sekitar. Rendahnya fleksibilitas pendidikan formal disebabkan oleh bentuk dan isi programnya yang konvensional, kepercayaan yang berlebih-lebihan terhadap dominasi sekolah dan pengaruh pendidik (guru), serta pengawasan yang seragam secara nasional.

Berawal dari kelemahan pendidikan formal tersebut. Maka di sini peranan dari pendidikan nonformal menjadi sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia. Pendidikan nonformal hadir dengan struktur program yang lebih luwes, biaya lebih murah, lebih berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, serta memiliki program yang fleksibel. Sehingga pendidikan nonformal memiliki peranan yang sangat besar bagi mereka yang tidak berkesempatan memenuhi kebutuhan pendidikannya melalui jalur persekolahan atau jalur formal. Sehingga pendidikann nonformal juga memiliki kedudukan dalam sistem pendidikan nasional yaitu sebagai subsistem dari sistem pendidikan nasional bersama dengan pendidkan formal dan informal untuk tercapainya tujuan dari sistem pendidikan nasional.

Leave a comment »

nasihat

jika sendiri, janganlah merasa sepi. Ada Allah yang mengawasi

jika sedih, jangan dipendam dalam hati. Ada Allah t4 berbagi

jika susah jangan menjadi pilu. Ada Allah T4 mengadu

jika gagal jangan putus asa. Ada Allah t4 meminta

jika bahagia janganlah menjadi lupa. Ada Allah t4 memuja

IngatLah Allah, niscaya Allah mengingatmu. . . .

Leave a comment »